Berita Monitoring Peradilan

Ratusan PNS Kota Medan Turun Ke Jalan Untuk Rahudman

PENDIDIKANANTIKORUPSI.ORG, MEDAN | Sidang kedua Walikota Medan Non Aktif Rahudman Harahap dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang digelar di ruang sidang utama pada Pengadilan Negeri Medan, masih juga dipadati ratusan pengujung dari berbagai media, PNS Kota Medan, dan sejumlah elemen masyarakat, Selasa (14/5).

Banyaknya pengunjung membuat ruang sidang utama penuh sesak, sehingga sebagian dari pengunjung hanya bisa mengikuti persidangan melalui televisi yang difasilitasi pihak PN Medan. Bahkan banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat  akhirnya menunggu di halaman pengadilan.

Sementara itu, ribuan orang yang terdiri dari massa OKP Pemuda Pancasila (PP), OKP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), dan ratusan PNS Kota Medan lainnya yang dijaga ketat pihak Kepolisian memadati jalanan sekitaran PN Medan sehingga menggangu arus kendaraan yang melintas.

Terjadi pro dan kontra dari masing-masing massa. Massa PP yang berada di luar terus meneriakkan agar Rahudman dihukum seberat-beratnya terkait dugaan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) sebesar Rp 1.5 Milyar. Sebaliknya, PNS Kota Medan dan massa OKP AMPI meminta Rahudman dibebaskan. Sempat terjadi ketegangan antara PP dan AMPI ketika perwakilan dari PP masuk ke Pengadilan. Namun massa AMPI yang ingin menghalang ditahan petugas kepolisian yang sudah berjaga-jaga.

Humas PN Medan Ahmad Guntur saat ditanya apakah ada massa dari perwakilan PP menjumpai dirinya, ia menjawab tidak ada. Tetapi ia menambahkan, kalau perwakilan PP ada menjumpai hakim Nelson Japasar Marbun yang juga merupakan Humas PN Medan. “Katanya Ingin ketemu majelis hakimnya dan menyampaikan sesuatu. Tapi itukan susah dan tidak perlu, karena majelis hakim tidak boleh diintervensi,” jelas Ahmad Guntur saat ditemui di ruang kerjanya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan pemindahan sidang Rahudman? Ia menjawab belum ada, karena kondisi sidang dinilai masih Kondisif, sehingga belum ada rencana untuk dipindahkan.

Berbeda dari sebelumnya, massa Buruh dari SBSI kali ini sama sekali tidak terlihat memberikan dukungannya kepada Rahudman Harahap. Padahal sebelumnya mereka telah mengangkat dan menyatakan Rahudman sebagai Bapak Buruh. (Day)