Dugaan Korupsi DED di Disdik Kota Binjai, Potensi Kerugian Negara Mencapai Rp491 Juta

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanan Baju Putih (Ahli Binsar), Kiri Baju Kuning (Rekan/Tim Ahli Audit)

Kanan Baju Putih (Ahli Binsar), Kiri Baju Kuning (Rekan/Tim Ahli Audit)

Pendidikanantikorupsi.org. Senin, 02 Desember 2024. M. Nazir selaku Ketua Majelis Hakim, kembali membuka dugaan perkara korupsi proyek Detail Engineering Design (DED) tahun 2021 di Dinas Pendidikan Kota Binjai. Persidangan ini dilaksanakan di ruang cakra 9 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Adapun agenda persidangan kali ini ialah pemeriksaan Keterangan Ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Binsar bersama rekannya. Ahli tersebut mengatakan bahwasanya temuannya dalam memeriksa jumlah kerugian negara diduga berpotensi mencapai Rp491.005.000,00. Jumlah tersebut berbeda dengan surat dakwaaan JPU yang mengatakan jumlah kerugian negara diduga mencapai Rp673.005.000,00, sebagaimana tercantum dalam Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara pada Dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap Belanja Jasa Konsultansi Pada Dinas Pendidikan Kota Binjai Tahun Anggaran 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Ribka Aretha dan Rekan Nomor : 00047/2.1349/AL/0287/1/VIII/2024  tanggal 19 Agustus 2024.

Dugaan perkara ini sebelumnya telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun temuannya hanya secara umum tidak spesifik. Maka ahli diminta oleh Kejaksaan Negeri Binjai untuk memeriksa secara detail jumlah kerugian negara. Secara umum biaya keseluruhan untuk kegiatan ini sekitar Rp784 Juta yang telah di potong pajak PPN sekitar Rp71 Juta. Kemudian, sebagaian uang kerugian negara ini juga telah dikembalikan ke kas negara sekitar Rp182 Juta.

Selain menerangkan temuannya terhadap jumlah bersih dugaan potensi kerugian negara terhadap belanja jasa, Ahli juga menerangkan temuan lainnya di persidangan bahwasanya terdapat konsultan yang fiktif dalam dugaan perkara ini. Biasanya setiap kontrak terdapat beberapa konsultan yang ikut dalam kegiatan pengerjaan ini, namun faktanya dilapangan tidak ada ditemukan. Namun, ia menemukan terdapat 1 kontrak hanya 2 orang yang mengerjakan dan 1 kontrak lagi terdapat 1 orang staff.

Kemudian, Ahli juga mengatakan ada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini yakni,  Rahmat Sitorus (akar), Satria Prabowo, Kadis Pendidikan selaku PPK dan PPTK.

Usai pemeriksaan keterangan Ahli, Majelis Hakim menunda sidang hingga 09 Desember 2024 dengan agenda pemeriksaan alat bukti keterangan terdakwa.

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

22 Tahun Berjuang, RUU Perlindungan PRT Akhirnya Disahkan Menjadi Undang-undang
Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar
CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum
Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 
Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir
Eksepsi Empat Terdakwa Kasus Korupsi Citraland di Tolak, Sidang Pemeriksaan Dilanjutkan. 
Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi APBDes Batang Onang, Padang Lawas Utara
Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:54 WIB

22 Tahun Berjuang, RUU Perlindungan PRT Akhirnya Disahkan Menjadi Undang-undang

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:04 WIB

CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:42 WIB

Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:49 WIB

Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir

Berita Terbaru