Eks Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan Kab. Nias Selatan, Divonis 6 Tahun Pidana Penjara

Selasa, 10 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikanantikorupsi.org Senin 09 Desember 2024. Cipto Hosari Parsaoran Nababan selaku Ketua Majelis Hakim, kembali membuka sidang dugaan perkara korupsi anggaran belanja langsung dana Uang Persedian (UP) dan Ganti Uang Persediaan (GUP) pada dinas pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Nias Selatan tahun anggaran 2016.

Pianus Laowo selaku Eks Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, menjalankan sidang pembacaan putusan oleh Majelis Hakim di ruang cakra 8 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Ia divonis oleh Majelis Hakim dengan pidana penjara selama 6 tahun, membayar denda sebesar Rp100.000.000,- subsidiair 2 bulan kurungan. Selain itu, Pianus juga dihukumi untuk membayar Uang Pengganti (UP) akibat dari kerugian keuangan negara sebesar Rp1.158.628.535,-. Jika terdakwa tidak mampu untuk membayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara.

Usai mendengar putusan tersebut, Majelis Hakim bertanya kepada terdakwa melalui Penasihat Hukumnya untuk menentukan sikap, hal yang sama juga ditanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum. Mereka dengan serentak menyatakan sikap berpikir-pikir karena belum dapat memutuskan menerima atau mengajukan upaya hukum banding.

Majelis Hakim juga menjelaskan bahwasanya JPU dan Penasihat Hukum memiliki kesempatan untuk mengajukan upaya hukum banding dalam tempo waktu selama 14 hari sejak setelah putusan ini di bacakan.

Untuk diketahui, perkara ini ditemukan berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Utara, terkait adanya kerugian negara sebesar Rp1.158.628.535,-. Sebagaimana berdasarkan laporan hasil Audit Inspektorat Kabupaten Nias Selatan. (AZ)

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi APBDes Batang Onang, Padang Lawas Utara
Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut
PH Terdakwa Sangkot Ajukan Permintaan Menghadirkan BB dan Pemeriksaan Setempat Agar Perkara Dugaan Pencurian Menjadi Terang
Majelis Hakim Dorong Restorative Justice,Terdakwa Akan Dipertemukan Dengan Pihak PT. SPR di Persidangan Lanjutan
Ketua Kelompok Tani Perjuangan VS PT. SPR, Ada Sisi Lain Yang Harus Diperhatikan Majelis Hakim
Terdakwa Korupsi Dana Desa Penampuan di Putus Empat Tahun Setengah
Putusan Belum Selesai, Sidang Dugaan Korupsi DED Nias Utara di Tunda
Sidang Tuntutan Dugaan Korupsi Pegawai BRI Cab. Kisaran

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:24 WIB

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi APBDes Batang Onang, Padang Lawas Utara

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:13 WIB

Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:58 WIB

PH Terdakwa Sangkot Ajukan Permintaan Menghadirkan BB dan Pemeriksaan Setempat Agar Perkara Dugaan Pencurian Menjadi Terang

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:47 WIB

Majelis Hakim Dorong Restorative Justice,Terdakwa Akan Dipertemukan Dengan Pihak PT. SPR di Persidangan Lanjutan

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:37 WIB

Ketua Kelompok Tani Perjuangan VS PT. SPR, Ada Sisi Lain Yang Harus Diperhatikan Majelis Hakim

Berita Terbaru