Majelis Hakim Menolak Eksepsi Komisioner Bawaslu Medan

Sabtu, 16 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikanantikorupsi.org. Jumat, 15 Maret 2024. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, dalam amar putusannya menolak nota keberatan (eksepsi) Azlansyah Hasibuan (Komisioner Badan Pengawas Pemilu Medan) non-aktif. Hal yang sama, Majelis Hakim juga menolak eksepsi Terdakwa Fachmy Wahyudi Harahap atas dugaan kasus pemerasan terhadap Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Medan.

Dalam pertimbangannya Ketua Majelis Hakim berpendapat bahwasanya surat dakwaan JPU secara formiil dan materil telah sesuai berdasarkan aturan pembuatan surat dakwaan. Kemudian, dalam eksepsi Penasihat Hukum Terdakwa ada yang membantah berkaitan dengan pokok perkara, maka hal tersebut tidak dapat diterima sebab sudah memasuki bagian pokok perkara. Oleh karena itu, akan di uji di agenda sidang pembuktian.

“Menyatakan keberatan dari Penasihat Hukum terdakwa Azlansyah Hasibuan dan terdakwa Fachmy Wahyudi Harahap tersebut tidak dapat diterima,” Ucap Ketua Majelis di Ruang Sidang Cakra 4 PN Medan.

Kemudian, Hakim Andriyansyah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melanjutkan pemeriksaan kasus tersebut hingga putusan akhir.

“Memerintahkan JPU untuk melanjutkan pemeriksaan perkara 09 dan 10/Pid.Sus-TPK/2024/PN Mdn atas nama terdakwa Fachmy Wahyudi Harahap dan terdakwa Azlansyah Hasibuan. Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir,” sambungnya.

Pada sidang eksepsi sebelumnya, mereka mendalilkan bahwasanya terdakwa Fachmy merupakan warga sipil sehingga  tidak dapat dikenakan kasus tipikor. Kemudian, Terdakwa Azlansyah dalam dakwaan JPU terdapat 2 (dua) pekerjaan yaitu sebagai wiraswasta dan penyelenggara negara. Dalam kasus ini, dirinya mendominasi sebagai wiraswasta dan dirinya sebagai penerima. Selain itu, mereka meminta agar surat dakwaan JPU tidak dapat diterima dan harus di batalkan, sebab tidak memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.

Diketahui, kedua terdakwa didakwa dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai membacakan putusan sela, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Kamis, 21 Maret 2024 dengan agenda pembuktian.

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar
CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum
Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 
Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir
Eksepsi Empat Terdakwa Kasus Korupsi Citraland di Tolak, Sidang Pemeriksaan Dilanjutkan. 
Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi APBDes Batang Onang, Padang Lawas Utara
Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut
PH Terdakwa Sangkot Ajukan Permintaan Menghadirkan BB dan Pemeriksaan Setempat Agar Perkara Dugaan Pencurian Menjadi Terang

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:04 WIB

CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:42 WIB

Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:49 WIB

Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:04 WIB

Eksepsi Empat Terdakwa Kasus Korupsi Citraland di Tolak, Sidang Pemeriksaan Dilanjutkan. 

Berita Terbaru