Mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Pematang Bandar Di Vonis 6 Tahun 6 Bulan

Senin, 27 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[Pendidikanantikorupsi.org] Senin 27 Maret 2023, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan menggelar persidangan atas nama terdakwa Hardono Purba. Adapun yang menjadi agenda sidang kali ini ialah pembacaan putusan oleh Majelis Hakim. Majelis Hakim yang diketuai Ahmad Sumardi menjatuhkan hukuman 6 (enam) Tahun dan 6 (enam) bulan serta denda sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah), dengan subsidair 2 (dua) Bulan kurungan terhadap Mantan kepala Sekolah SMAN 1 Pematang Bandar Kabupaten Simalungun ,Hardono Purba.

Menurut Hakim perbuatan terdakwa terbukti meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 1.136.188.500,-(satu milyar seratus tiga puluh enam juta seratus delapan puluh delapan ribu lima ratus rupiah) yang bersumber dari Dana Bos Tahun 2018, Terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” Ujar Majelis Hakim.

Selain itu Majelis Hakim juga menjatuhi hukuman tambahan membayar uang pengganti atas kerugian Negara sebesar Rp. 1.136.188.500,-(satu milyar seratus tiga puluh enam juta seratus delapan puluh delapan ribu lima ratus rupiah), apabila terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti terhitung 1 (satu) bulan sejak putusan ini dibacakan maka memerintahkan Jaksa agar melelang harta benda milik terdakwa namun apabila harta benda terdakwa tidak cukup untuk menutupi kekurangan dan/atau tidak ada memiliki harta benda maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 10 (sepuluh) bulan.

Adapun kedaan yang memberatkan pada putusan tersebut ialah perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi, perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara, tidak mengembalikan uang negara yang telah dirugikan, keadaan yang meringankan  terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

Vonis terdakwa Hardono Purba yang dibacakan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya meminta agar Terdakwa dipidana selama 8 (delapan) tahun dengan denda sebesar Rp. 300.000.000,-(tiga ratus juta rupiah),  subsidair pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan dan menghukum Terdakwa untuk membayar uang penggati sebesar Rp. 1.136.188.500,-(satu milyar seratus tiga puluh enam juta seratus delapan puluh delapan ribu lima ratus rupiah), dan apabila tidak dapat membayar pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun.

Diakhir persidangan Majelis Hakim sebelum menutup peridangan mempertanyakan kepada terdakwa apakah akan melakukan banding lalu terdakwa menjawab pikir-pikir terlebih dahulu yang mulia. Sidang dinyatakan ditutup. (MDP)

 

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar
CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum
Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 
Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir
Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut
PH Terdakwa Sangkot Ajukan Permintaan Menghadirkan BB dan Pemeriksaan Setempat Agar Perkara Dugaan Pencurian Menjadi Terang
Ketua Kelompok Tani Perjuangan VS PT. SPR, Ada Sisi Lain Yang Harus Diperhatikan Majelis Hakim
Korupsi Pembuatan Profil Desa di Kab. Karo, Rugikan Negara Rp1,82 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:04 WIB

CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:42 WIB

Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:49 WIB

Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:13 WIB

Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut

Berita Terbaru