SIDANG SUAP WALI KOTA MEDAN, SAKSI BERIKAN UANG KARENA PERCAYA DENGAN SYAMSUL FITRI

Selasa, 28 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang perkara kasus suap Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin kembali dilanjutkan masih dengan agenda keterangan saksi-saksi dan berlangsung secara teleconference di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/4/2020)..

Tujuh saksi yang dihadirkan untuk memberikan keterangannya terkait pusaran kasus suap Wali Kota Medan non aktif T. Dzulmi Eldin tersebut terdiri dari enam orang Kepala Dinas dan satu Kepala Seksi (Kasi) di jajaran Pemko Medan yakni Edwin Effendi yang merupakan Kadis Kesehatan Kota Medan, Agus Suriyono Kadis Pariwisata Kota Medan, Beny Iskandar Kadis Perkim Kota Medan, Edliati Kadis Koperasi Kota Medan, Dammikrot Kadis Perdagangan Kota Medan, M Husni Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan serta Gultom Ridwan Parle yang merupakan Kasi Pengujian Sarana Dinas Perhubunhan Kota Medan

Tak jauh berbeda dengan kesaksian yang disampaikan 7 saksi pada persidangan sebelumnya, mereka yang hadir dalam persidangan kali ini sebagian besar mengaku dimintai uang oleh Samsul Fitri, selaku Kasubbag Protokoler, yang mengatasnamakan operasional perjalanan dinas Wali Kota Medan (terdakwa Dzulmi Eldin).

Seperti kesaksian Dammikrot mengaku diminta uang Rp20 juta oleh Syamsul fitri dengan alasan untuk keperluan Wali Kota berangkat ke Jepang. Ia mengaku memberikan uang itu karena percaya dengan Syamsul Fitri

Mejelis Hakim kemudian menanyakan apa motif dan tujuan Dammrikot memberikan uang yang disebut Syamsul Fitri untuk keperluan Wali Kota

Dammrikot menyebut memberikan uang tersebut karena Wali Kota yang merupakan pimpinananya sedang membutuhkan uang untuk berangkat. “pimpinan mau berangkat ya kasi ajalah namanya juga dipinta” Ungkapnya

Sedangkan Gultom Ridwan Parle mengaku 3 kali disuruh iswar mengantarkan uang ke Andika yang merupakan ajudan Wali Kota sesuai perintah Samsul Fitri. “Pertama Rp20 juta, yang kedua Rp20 juta dan terakhir Rp200 juta,” ungkapnya.

Edwin Effendi mengaku, memberikan uang Rp30 juta atas permintaan Samsul Fitri. Menurut Edwin, uang itu dikatakan Syamsul kepadanya untuk keperluan operasional Wali Kota Medan.

Hal senada juga dikatakan, Agus Suriyono mengaku pernah bertemu Samsul Fitri dan mengaku diminta mendukung kegiatan pak wali. Agus memberikan uang Rp50 juta dalam tiga kali pemberian.

Benny Iskandar juga mengaku diminta uang untuk sumbangan. Meski ia mengaku tak mengetahui pasti kebenaran uang tersebut untuk disumbangkan, namun ia mengaku percaya dengan Samsul Fitri.

Saksi Edliati, mengaku sejak April 2019 dihubungi Samsul Fitri, yang memohon bantuan dengan alasan Wali Kota mau berangkat keluar kota.

Sementara M Husni selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan mengaku memberikan uang ke Syamsul Fitri senilai Rp 10 Juta sebanyak empat kali. Sesuai dengan pernyataannya di BAP, Husni mengatakan memberikan uang tersebut karena hubungan emosional dengan Dzulmi Eldin selaku pimpinannya.

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

Adik Terdakwa Diperiksa Sebagai Saksi Atas Dugaan Kasus Korupsi Penyalahgunaan Anggaran Desa T.A 2021 di Desa Bekilang, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo
Para Terdakwa Divonis 9,6 Tahun Pidana Penjara Atas Kasus korupsi Eradikasi Lahan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU)
Para Terdakwa Kasus Korupsi IPAL di Padangsidimpuan di Tuntut Berbeda Oleh Jaksa Penuntut Umum
Tunda !!! Sidang Putusan Kasus Korupsi Eradikasi Lahan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU)
Putusan Inkracht : Kasus Korupsi Komisioner Bawaslu Medan dan Rekan
Mantan Kepala MAN 3 Medan dan Rekanan Dituntut 5 Tahun Penjara
Sidang Pemeriksaan Saksi Petugas Kepala Gudang Penerimaan Barang Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19
Azlansyah Hasibuan (Komisioner Bawaslu) Bersama Rekannya Divonis 1,5 Tahun Penjara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 06:31 WIB

Adik Terdakwa Diperiksa Sebagai Saksi Atas Dugaan Kasus Korupsi Penyalahgunaan Anggaran Desa T.A 2021 di Desa Bekilang, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo

Kamis, 13 Juni 2024 - 03:33 WIB

Para Terdakwa Divonis 9,6 Tahun Pidana Penjara Atas Kasus korupsi Eradikasi Lahan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU)

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:30 WIB

Para Terdakwa Kasus Korupsi IPAL di Padangsidimpuan di Tuntut Berbeda Oleh Jaksa Penuntut Umum

Selasa, 11 Juni 2024 - 13:23 WIB

Tunda !!! Sidang Putusan Kasus Korupsi Eradikasi Lahan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU)

Jumat, 7 Juni 2024 - 04:57 WIB

Putusan Inkracht : Kasus Korupsi Komisioner Bawaslu Medan dan Rekan

Selasa, 4 Juni 2024 - 04:47 WIB

Sidang Pemeriksaan Saksi Petugas Kepala Gudang Penerimaan Barang Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19

Sabtu, 1 Juni 2024 - 05:45 WIB

Azlansyah Hasibuan (Komisioner Bawaslu) Bersama Rekannya Divonis 1,5 Tahun Penjara

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:09 WIB

Bupati Labuhanbatu Diduga Menerima Suap Rp4,9 Miliar

Berita Terbaru