Ahli Diperiksa Terkait Kerugian Keuangan Negara Atas Penyaluran Dana Hibah dan Bantuan Sosial

Senin, 26 September 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDIDIKANANTIKORUPSI.ORG. Gatot Pujo Nugroho kembali disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan (Kamis 15 September 2016). Gatot menjalani sidang sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012-2013. Dengan Agenda Pemeriksaan Ahli.
Setelah Ahli Keuangan Negara dan Perpajakan diperiksa oleh Majelis Hakim, dilanjutkan dengan pemeriksaan Ahli Hediana Makmur selaku pemeriksa Keuangan Negara dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia, ahli sudah bekerja di Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia sudah Tujuh Belas Tahun. Ahli diperiksa oleh penyidik Kejaksaan terkait kerugian keuangan negara.
Ahli menerangkan bahwa kerugian keuangan negara terhadap penyaluran dana hibah dan bantuan sosial Pemprov Sumatera Utara sebagai berikut :
– Penyimpangan dalam Penganggaran berupa pengalokasian belanja dana hibah dan bansos dalam APBD murni dan APBD-P tidak berdasarkan hasil evaluasi SKPD (verifikasi hanya untuk memastikan keberadaan penerima hibah), evaluasi kegiatan besaran dana yang di usulkan tidak dilakukan.
– Penyimpangan dalam pertanggungjawaban penerima dana berupa bukti pertanggungjawaban yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, penggunaan dana belanja hibah tidak sesuai dengan peruntukan pada saat pengusulan dana, Bukti pertanggungjawaban yang sama di pergunakan oleh dua penerima dana dan bukti pertanggungjawaban pembelian barang yang diduga tidak benar karena alamat penyedianya tidak ditemukan sesuai alamat yang dicantumkan dalam bukti pertanggungjawaban.
Selanjutnya, ahli menerangkan bahwa menghitung kerugian keuangan negara berdasarkan fakta yang disampaikan oleh Kejaksaan, dan ahli turun melakukan investigatif kelapangan atas izin Peyidik Kejaksaan. Ahli menegaskan bahwa penyimpangan penyaluran dana hibah dan bansos telah dimulai dari perencanaan anggaran.
Terdakwa tidak menanggapi keterangan Ahli, kemudian Majelis Hakim mempersilahkan Ahli untuk meninggalkan ruang persidangan, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan Saksi.

Yuk komen pakai Facebook mu yang keren

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar
CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum
Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 
Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir
Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut
PH Terdakwa Sangkot Ajukan Permintaan Menghadirkan BB dan Pemeriksaan Setempat Agar Perkara Dugaan Pencurian Menjadi Terang
Ketua Kelompok Tani Perjuangan VS PT. SPR, Ada Sisi Lain Yang Harus Diperhatikan Majelis Hakim
Korupsi Pembuatan Profil Desa di Kab. Karo, Rugikan Negara Rp1,82 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa yang Berimbas Upah Tukang (Pekerja Bangunan) Tidak Dibayar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:04 WIB

CV-nya Dicatut, Melalui Penasehat Hukumnya Terdakwa Chairuddin Siregar Memohon Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:42 WIB

Siapa Penadah Dalam Kasus Perubahan Status Tanah Eks HGU PTPN II ? 

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:49 WIB

Sidang Topan Hampir Memasuki Babak Akhir, Saksi Kunci JPU KPK Tidak Hadir

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:13 WIB

Direktur PT. SPR Tolak Restorative Justice, Masyarakat Kelompok Tani Perjuangan Tidak Terkejut

Berita Terbaru